Back

Contoh Storyboard Video Company Profile

Dalam produksi Video Company Profile, sebuah ide visual perlu diterjemahkan menjadi gambaran yang bisa dipahami sebelum kamera mulai bekerja. Di tahap inilah storyboard digunakan untuk menunjukkan seperti apa shot yang direncanakan, siapa yang tampil, apa yang dilakukan, di mana adegan berlangsung, hingga voice over yang menyertainya.

Pada artikel ini, kami menampilkan contoh storyboard Video Company Profile dari project PT Kideco Jaya Agung yang diproduksi oleh Jenius Pictures. Dokumen tersebut terdiri dari 15 halaman dan 81 frame.

Yang akan dibahas bukan cara membuat storyboard, melainkan bagaimana storyboard tersebut menerjemahkan narasi dan voice over menjadi visual, termasuk alasan di balik pemilihan beberapa adegan dalam video.

Contoh-Storyboard-Video-Company-Profile

Contoh Storyboard Video Company Profile PT Kideco Jaya Agung

Storyboard project ini menyusun beberapa frame dalam setiap halaman. Pada bagian atas frame terdapat informasi FRAME, SIZE, MOVEMENT, dan DURATION, sedangkan bagian bawah memuat SET, TALENT, PROPS, ACTION, dan V.O.

Dari keseluruhan 81 frame tersebut, ada beberapa rangkaian yang menarik untuk dilihat lebih dekat karena memperlihatkan bagaimana pesan dalam narasi diterjemahkan menjadi visual.

Storyboard lengkap project ini tersedia dalam dokumen PDF berikut. Dokumen terdiri dari 15 halaman dan 81 frame, mulai dari pembukaan hingga bumper penutup.

DOWNLOAD CONTOH STORYBOARD PDF

Untuk melihat bagaimana storyboard tersebut menerjemahkan narasi menjadi visual, beberapa rangkaian frame berikut menarik untuk dianalisis lebih lanjut.


Frame 1–6: Pembukaan di Area Danau

Video tidak langsung dibuka dengan alat berat, aktivitas penggalian, atau proses operasional tambang. Penonton justru terlebih dahulu dibawa ke danau yang dikelilingi hutan hijau.

Pilihan tersebut berkaitan dengan narasi pembuka:

“Here is where the journey began. With a single step that everyone could feel.”

Danau dan kawasan hijau menjadi visual pembuka yang memperkenalkan sisi lingkungan dari perjalanan Kideco. Kawasan tersebut merupakan bagian dari area yang telah melalui proses reklamasi, sehingga visual alam di awal video sekaligus memberikan konteks mengenai upaya pemulihan lingkungan.

Frame 1 menggunakan shot size EWS (Extreme Wide Shot) dengan aerial shot berdurasi 3 detik. Visual memperlihatkan perahu yang melaju di danau dari udara menggunakan drone. Pada video final, drone bergerak mengitari subject, menciptakan pergerakan kamera Orbit yang memperlihatkan perahu dan lanskap danau dari berbagai sudut. 

Setelah establishing shot tersebut, rangkaian frame berikutnya secara bertahap membawa penonton lebih dekat ke karyawan Kideco dan aktivitas di sekitar danau.

Secara visual, pembukaan ini membuat penonton terlebih dahulu melihat lingkungan yang menjadi bagian dari perjalanan Kideco, sebelum video masuk ke aktivitas perusahaan dan masyarakat.

Pembukaan-Company-Profile-di-Area-Danau

Frame 19–24: Dari Lingkungan Menuju Aktivitas Perusahaan

Rangkaian ini mulai menggeser perhatian dari lingkungan dan aktivitas masyarakat menuju lingkungan kerja Kideco.

Frame 19 memperlihatkan tanaman cabai menggunakan CU (Close Up) dengan movement Frog. Visual tersebut kemudian berlanjut ke Frame 20 yang memperlihatkan gedung Kideco.

Pada Frame 21, dua karyawan Kideco berjalan di lobby. Frame 22–24 kemudian memperlihatkan aktivitas di lingkungan kantor, termasuk percakapan dan diskusi.

Perpindahan tersebut menarik karena perusahaan tidak langsung diperkenalkan melalui aktivitas kantor. Sebelumnya, penonton telah melihat alam dan aktivitas pemberdayaan masyarakat. Setelah itu barulah visual membawa penonton masuk ke lingkungan perusahaan.

Dengan demikian, transisi dari lingkungan menuju kantor terasa sebagai bagian dari cerita yang lebih besar tentang hubungan Kideco dengan berbagai stakeholder.

Dari-Lingkungan-Menuju-Aktivitas-Perusahaan-di-Company-Profile

Frame 49–54: Kideco Bersama Masyarakat

Pada Frame 49–52 lokasi berada di INT. POSYANDU – DAY. Visual memperlihatkan karyawan Kideco bersama warga dan tenaga kesehatan.

Voice over pada bagian ini berbunyi:

“Establishing care to support local communities’ health…”

Narasi tersebut langsung diperkuat melalui adegan. Karyawan Kideco membantu aktivitas di posyandu, sementara tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap warga dan balita.

Setelah itu, visual berpindah ke pemukiman dan dermaga. Perubahan lokasi ini memperluas gambaran mengenai hubungan Kideco dengan masyarakat sekitar.

Jadi, pesan mengenai dukungan terhadap kesehatan masyarakat tidak hanya disampaikan melalui voice over, tetapi diperlihatkan melalui aktivitas yang benar-benar dilakukan oleh karakter dalam frame.

Kideco-Bersama-Masyarakat-di-Company-Profile

Frame 73–78: Dari Panel Surya ke Suasana Malam

Pada bagian ini, visual berada di EXT. LAHAN PANEL SURYA – DAY sebelum berpindah ke SAMURANGAU ECO PARK – NIGHT.

Frame 73–74 memperlihatkan instalasi panel surya dan aktivitas karyawan Kideco. Setelah itu, suasana berubah menjadi malam dengan visual masyarakat, karyawan, penari, dan api unggun.

Perubahan tersebut memberikan kontras visual yang kuat. Dari visual teknologi dan energi, video beralih ke interaksi manusia dan budaya lokal.

Dengan begitu, pesan mengenai masa depan yang berkelanjutan tidak hanya digambarkan melalui teknologi, tetapi juga melalui lingkungan, masyarakat, dan kehidupan bersama.

Dari-Panel-Surya-ke-Suasana-Malam-pada-Company-Profile

Frame 79–81: Penutup

Tiga frame terakhir menjadi penutup video.

Frame 79 memperlihatkan masyarakat dan karyawan Kideco berkumpul di sekitar api unggun. Pada Frame 80, mereka membentuk formasi huruf besar “K” mengelilingi api unggun.

Kemudian Frame 81 menampilkan bumper PT Kideco.

Voice over pada bagian akhir berbunyi:

“Let’s embrace with each other and strive for excellence for today and tomorrow.”

Setelah membawa penonton melihat lingkungan, masyarakat, aktivitas perusahaan, pendidikan, kesehatan, hingga operasional pertambangan, video akhirnya ditutup kembali dengan kebersamaan antara Kideco dan masyarakat.

Penutup-Video-Company-Profile

Bagaimana Voice Over Diterjemahkan Menjadi Visual?

Salah satu hal yang menarik dari storyboard Kideco adalah hubungan antara V.O., ACTION, dan visual.

Narasi tidak berdiri sendiri. Ketika voice over berbicara mengenai kesempatan, solidaritas, kesehatan, pendidikan, atau pertumbuhan ekonomi, storyboard kemudian menunjukkan aktivitas yang mendukung pesan tersebut.

Misalnya, pesan mengenai pendidikan diterjemahkan melalui visual anak-anak sekolah dan karyawan Kideco. Pesan mengenai kesehatan ditampilkan melalui aktivitas posyandu. Sementara pertumbuhan ekonomi masyarakat diperlihatkan melalui petani, nelayan, dan pelaku UMKM.

Dengan pendekatan tersebut, voice over tidak sekadar menjelaskan gambar. Visual justru menjadi bukti dari pesan yang sedang disampaikan.

Bagaimana-Voice-Over-Diterjemahkan-Menjadi-Visual-Company-Profile

Mengapa Video Tidak Dibuka dengan Aktivitas Pertambangan?

Jika melihat keseluruhan storyboard, aktivitas pertambangan tetap ditampilkan. Ada dump truck listrik, jalan operasional tambang, batu bara, conveyor, coal terminal, hingga kapal pengangkut batu bara.

Namun, bagian tersebut tidak menjadi visual pembuka.

Pendekatan ini membuat fokus video tidak berhenti pada proses produksi batu bara, tetapi bergerak lebih luas kepada dampak positif dan kontribusi Kideco terhadap lingkungan serta masyarakat di sekitar area pertambangan.

Karena itu, penonton terlebih dahulu diperlihatkan danau dan hutan reklamasi, kemudian berbagai aktivitas masyarakat, pendidikan, kesehatan, UMKM, hingga akhirnya aktivitas operasional pertambangan.

Pendekatan seperti ini juga menjadi bagian penting dalam proses jasa pembuatan video company profile, karena konsep visual perlu disusun berdasarkan pesan yang ingin dibangun, bukan sekadar mengumpulkan footage perusahaan.

Secara storytelling visual, pendekatan tersebut membantu membangun gambaran bahwa aktivitas perusahaan merupakan bagian dari ekosistem yang lebih luas, bukan satu-satunya cerita yang ingin disampaikan.

Mengapa-Video-Company-Profile-Tidak-Dibuka-dengan-Aktivitas-Pertambangan

Hubungan Visual dengan Pesan Video

Jika dirangkum, beberapa bagian storyboard menunjukkan pola yang cukup jelas:

Pesan yang disampaikanVisual yang digunakan
Lingkungan dan reklamasiDanau dan hutan hijau
Pemberdayaan masyarakatPetani, peternakan, dan mangrove
Pengembangan perusahaanKantor dan aktivitas karyawan
PendidikanAnak-anak sekolah dan kegiatan belajar
KesehatanPosyandu dan tenaga kesehatan
Ekonomi masyarakatNelayan dan UMKM
Operasional perusahaanTambang, batu bara, conveyor, dan terminal
Energi dan masa depanPanel surya
KebersamaanMasyarakat dan karyawan di Samurangau Eco Park

Dari sini terlihat bahwa storyboard bukan hanya mencatat apa yang harus direkam, tetapi juga memperlihatkan bagaimana visual dipilih untuk mendukung pesan yang ingin dibangun dalam video.


Informasi yang Terlihat pada Storyboard

Pada setiap frame, storyboard project ini memuat beberapa informasi produksi:

  • FRAME
  • SIZE
  • MOVEMENT
  • DURATION
  • SET
  • TALENT
  • PROPS
  • ACTION
  • V.O.

Informasi tersebut ditempatkan bersama visual agar rancangan setiap shot dapat dipahami dengan lebih jelas.

Format ini merupakan format yang digunakan pada project Kidecodan bukan satu-satunya format storyboard yang dapat digunakan. Untuk memahami lebih jauh mengenai pengertian, fungsi, jenis, dan elemen storyboard, Anda dapat membaca artikel Mengenal Storyboard dan Perannya dalam Produksi Video.


Lihat Video Finalnya

Storyboard menunjukkan bagaimana visual direncanakan, sedangkan video final memperlihatkan bagaimana rancangan tersebut diwujudkan dalam produksi.

Anda dapat melihat Video Company Profile PT Kideco Jaya Agung melalui video berikut:

Dengan melihat storyboard dan video final secara berdampingan, Anda dapat membandingkan rancangan frame dengan hasil visual yang akhirnya diproduksi.


Kesimpulan

Contoh storyboard Video Company Profile Kideco menunjukkan bagaimana narasi, voice over, dan visual dirancang menjadi satu kesatuan.

Pembukaan melalui danau dan hutan reklamasi, aktivitas bersama masyarakat, pendidikan, kesehatan, UMKM, hingga aktivitas pertambangan membentuk rangkaian visual yang membawa pesan mengenai lingkungan, keberlanjutan, dan kontribusi terhadap masyarakat sekitar.

Contoh ini juga menunjukkan bahwa storyboard tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan gambar. Setiap frame memiliki tujuan visual dan informasi produksi yang membantu menerjemahkan konsep menjadi gambar yang dapat diproduksi.

Memahami Apa itu Video Company Profile secara menyeluruh juga penting sebelum masuk ke tahap perencanaan produksi. Pengertian, manfaat, jenis, proses produksi, hingga berbagai hal yang perlu diperhatikan akan membantu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pembuatan Video Company Profile.

Untuk melihat bagaimana narasi project yang sama disusun sebelum diterjemahkan menjadi storyboard, Anda juga dapat membaca Contoh Script Video Company Profile dan Contoh Storyline Video Company Profile.


FAQ

Apakah format storyboard ini merupakan format standar yang digunakan Production House lain?

Tidak. Setiap Production House dapat menggunakan format dan tingkat detail yang berbeda sesuai kebutuhan project. Format storyboard dapat disesuaikan dengan konsep, kebutuhan produksi, dan cara kerja masing-masing tim.

Apakah storyboard harus sama dengan video final?

Tidak selalu. Storyboard merupakan acuan visual sebelum produksi. Dalam pelaksanaannya, beberapa detail dapat mengalami penyesuaian berdasarkan kondisi shooting, kebutuhan penyutradaraan, dan pertimbangan produksi.

Apakah storyboard sama dengan script dan storyline?

Tidak. Script berfokus pada narasi, dialog, atau voice over, sedangkan storyline menggambarkan alur cerita secara keseluruhan. Storyboard kemudian menerjemahkan konsep tersebut menjadi rancangan visual yang lebih konkret sebagai acuan produksi.

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *