Back

Contoh Storyboard dalam Produksi Video

Melihat contoh storyboard dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana sebuah ide visual disusun sebelum shooting. Karena setiap production house, director, atau tim kreatif dapat memiliki cara kerja dan format yang berbeda, melihat contoh nyata sering kali menjadi referensi yang lebih mudah dipahami daripada hanya membaca penjelasan.

Berikut salah satu contoh storyboard yang digunakan dalam produksi Jenius Pictures.


Contoh Storyboard dari Produksi Jenius Pictures

Salah satu contoh storyboard yang pernah digunakan dalam produksi Jenius Pictures adalah storyboard untuk video company profile PT Kideco Jaya Agung.

Storyboard tersebut digunakan untuk menerjemahkan konsep dan naskah ke dalam rangkaian visual sebelum proses shooting berlangsung. Setiap frame memberikan gambaran mengenai adegan yang akan direalisasikan, sekaligus membantu tim produksi memahami arah visual yang telah direncanakan.

Contoh storyboard:

Contoh Storyboard dari Produksi Jenius Pictures

Storyboard seperti ini dapat berisi berbagai informasi, mulai dari gambaran visual dalam frame, ukuran shot, pergerakan kamera, aktivitas talent, lokasi, properti, hingga catatan lain yang diperlukan oleh tim produksi.

Jika Anda sedang mencari referensi untuk membuat storyboard sendiri, contoh tersebut dapat digunakan untuk melihat bagaimana informasi visual disusun dalam satu dokumen.

[Download Contoh Storyboard Kideco]


Mengapa Contoh Storyboard Bisa Berbeda?

Tidak semua storyboard memiliki tampilan atau susunan informasi yang sama. Dalam praktik produksi, storyboard dibuat berdasarkan kebutuhan proyek dan cara kerja tim yang menggunakannya.

Ada storyboard yang menggunakan ilustrasi sederhana untuk menunjukkan blocking dan komposisi. Ada pula yang dibuat lebih detail dengan ilustrasi digital, foto referensi, anotasi kamera, atau informasi tambahan lainnya.

Perbedaan tersebut bukan berarti salah satu format lebih benar daripada yang lain. Yang lebih penting adalah apakah storyboard tersebut mampu menyampaikan rencana visual secara jelas kepada orang-orang yang terlibat dalam produksi.

Karena itu, contoh storyboard dari production house atau proyek lain sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai format yang wajib ditiru. Contoh tersebut lebih berguna sebagai referensi untuk memahami bagaimana sebuah tim menerjemahkan kebutuhan visual ke dalam dokumen kerja.


Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Melihat Contoh Storyboard?

Saat melihat contoh storyboard, jangan hanya memperhatikan gambar pada setiap frame. Perhatikan juga informasi apa saja yang dicantumkan dan bagaimana informasi tersebut membantu proses produksi.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Gambaran visual — apakah frame sudah cukup menjelaskan adegan yang akan dibuat?
  • Shot size — apakah terlihat penggunaan wide shot, medium shot, close-up, atau ukuran shot lainnya?
  • Pergerakan kamera — apakah terdapat informasi mengenai camera movement atau arah pergerakan kamera?
  • Action — apakah aktivitas talent, objek, atau elemen dalam adegan dapat dipahami?
  • Lokasi dan properti — apakah elemen penting yang harus tersedia saat shooting sudah ditunjukkan?
  • Catatan produksi — apakah terdapat informasi tambahan yang membantu director, camera department, art department, atau tim lainnya?
  • Urutan adegan — apakah hubungan antara satu frame dengan frame berikutnya mudah diikuti?

Tidak semua informasi tersebut harus selalu ada dalam setiap storyboard. Kebutuhannya dapat berubah sesuai kompleksitas produksi dan siapa saja yang akan menggunakan dokumen tersebut.


Storyboard Bukan Gambar Final

Salah satu hal yang sering disalahpahami ketika melihat contoh storyboard adalah menganggap gambar pada setiap frame harus terlihat seperti hasil akhir produksi.

Padahal, storyboard merupakan rancangan visual, bukan hasil shooting.

Gambar yang digunakan dapat berupa sketsa sederhana selama mampu menjelaskan komposisi, posisi objek, arah pandang, atau aktivitas yang diperlukan. Untuk kebutuhan tertentu, tim produksi dapat menggunakan ilustrasi yang lebih detail atau gambar referensi agar visual yang direncanakan lebih mudah dipahami.

Karena fungsinya sebagai alat komunikasi visual, tingkat detail storyboard sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Tidak ada keharusan bahwa setiap storyboard harus dibuat dengan ilustrasi yang sangat kompleks.

Yang paling penting adalah informasi yang dibutuhkan dapat dipahami oleh tim dan dapat diterjemahkan ke dalam proses produksi.


Dari Contoh ke Kebutuhan Produksi

Contoh storyboard akan lebih berguna apabila tidak hanya dilihat sebagai gambar, tetapi dipahami sebagai bagian dari proses perencanaan produksi.

Misalnya, sebuah frame menunjukkan seorang talent berjalan memasuki area produksi dengan kamera mengikuti dari belakang. Dari informasi tersebut, tim dapat mulai memahami kebutuhan visual yang harus disiapkan, seperti lokasi, blocking talent, arah pergerakan kamera, jenis shot, hingga kebutuhan teknis lainnya.

Dalam produksi yang lebih kompleks, storyboardjuga dapat menjadi acuan komunikasi antara director, cinematographer, art department, production team, dan pihak klien. Setiap departemen dapat melihat bagian yang relevan dengan tanggung jawabnya sebelum shooting berlangsung.

Namun, storyboard tetap bukan dokumen yang berdiri sendiri. Dalam workflow produksi, informasi dari storyboard dapat berkaitan dengan berbagai dokumen lain seperti script, shot list, production breakdown, shooting schedule, call sheet, dan lain-lain.

Dengan demikian, contoh storyboard sebaiknya dipahami bukan hanya dari bentuk tabel atau gambar yang digunakan, tetapi dari bagaimana dokumen tersebut membantu menerjemahkan konsep menjadi rencana visual yang dapat diproduksi.


Kesimpulan

Contoh storyboard dapat menjadi referensi praktis untuk memahami bagaimana sebuah konsep visual direncanakan sebelum shooting. Tidak ada satu bentuk storyboard yang wajib digunakan oleh semua production house atau proyek.

Setiap tim dapat menyesuaikan format, tingkat detail, dan informasi yang dicantumkan berdasarkan kebutuhan produksi. Karena itu, contoh storyboard sebaiknya digunakan sebagai referensi untuk memahami cara menyusun rencana visual, bukan sebagai template yang harus disalin persis.

Yang terpenting adalah storyboard mampu menjembatani ide, naskah, dan kebutuhan visual sehingga tim produksi memiliki gambaran yang jelas mengenai adegan yang akan diwujudkan.

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *